Bogor

TO BE ONE TOGETHERNESS IV PGPI DKI Jakarta: Merawat Persatuan, Memperkuat Pelayanan di Tengah Kemajemukan Bangsa

BOGOR |wartaindonesiaterkini.com— Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai TO BE ONE TOGETHERNESS IV PGPI DKI Jakarta, yang digelar bertepatan dengan momentum HUT ke-47 PGPI DKI Jakarta di Hotel Seruni, Cisarua, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, mengevaluasi perjalanan pelayanan sekaligus memantapkan arah organisasi ke depan. Di tengah keberagaman sinode, gereja, denominasi dan latar belakang pelayanan, para pendeta, hamba Tuhan serta pengurus organisasi berkumpul dalam semangat yang sama untuk merawat kerukunan dan memperkuat persatuan.

Salah seorang tokoh yang hadir Dr. John N. Palinggi, menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini memiliki arti penting bagi kehidupan pelayanan dan persaudaraan antargereja.

“Ini adalah hari yang sangat berbahagia. Kita merayakan ulang tahun PGPI yang ke-47 sekaligus memusyawarahkan berbagai program kerja ke depan. Yang tidak kalah penting adalah mempererat hubungan kasih di antara para pendeta, hamba Tuhan, pengurus sinode dan seluruh unsur yang ada,” ungkap Dr. John N. Palinggi.

Menurutnya, tantangan pelayanan ke depan memang tidak ringan. Namun, dengan iman Kristen, persatuan dan ketulusan dalam melayani, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama.

Wawasan Kebangsaan di Tengah Kemajemukan

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi “Wawasan Kebangsaan di Tengah Kemajemukan Bangsa” oleh Dr. John N. Palinggi.

Materi ini menegaskan pentingnya kesadaran kebangsaan di tengah keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia.

Gereja dipandang memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menghadirkan kasih, perdamaian, persaudaraan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

TO BE ONE TOGETHERNESS IV pun menjadi pengingat bahwa perbedaan latar belakang pelayanan tidak harus menjadi tembok pemisah. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dipersatukan oleh kasih dan komitmen pelayanan.

Dari Kebersamaan Menuju Gerak Bersama

Memasuki usia ke-47, PGPI DKI Jakarta terus menghadapi dinamika pelayanan yang berkembang. Namun, di balik berbagai program dan agenda organisasi, persatuan tetap menjadi fondasi utama.

Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi kemampuan untuk berjalan bersama di tengah perbedaan.

Semangat itulah yang terasa dalam TO BE ONE TOGETHERNESS IV PGPI DKI Jakarta: berbeda dalam denominasi, bersatu dalam kasih; beragam dalam pelayanan, satu dalam semangat membangun bangsa.

Momentum ini menjadi penegasan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk berbicara tentang kasih, tetapi juga menghadirkannya melalui kehidupan yang rukun, pelayanan yang tulus dan kontribusi nyata bagi bangsa.

TO BE ONE TOGETHERNESS IV — merawat persaudaraan, memperkuat pelayanan, dan terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia yang majemuk dalam bingkai persatuan.

(Yudistira)