Jakarta

TIGA PILAR RAWAJATI GELAR CIPTA KONDISI SIANG HARI, PERKUAT SINERGI JAGA KAMTIBMAS

JAKARTA SELATAN|wartaindonesiaterkini.com — Terik siang tidak menyurutkan langkah jajaran Tiga Pilar Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dalam memperkuat pengamanan wilayah.

Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, suasana Kelurahan Rawajati diwarnai pelaksanaan Apel Cipta Kondisi (Cipkon) Tiga Pilar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di tengah aktivitas warga.

Apel dipimpin langsung Lurah Rawajati, Sariman, bersama Iptu Nurcholis, Kanit Patroli Polsek Pancoran, yang turut memberikan pengarahan kepada personel.

Kegiatan diikuti jajaran ASN Kelurahan Rawajati, unsur TNI dan Polri, Satpol PP, FKDM, LMK, serta para ketua RT dan RW.

Bukan sekadar kegiatan seremonial, apel tersebut menjadi momentum konsolidasi seluruh unsur kewilayahan sebelum bergerak melaksanakan patroli cipta kondisi.

Kehadiran Aparat di Tengah Aktivitas Warga

Dari jajaran Polsek Pancoran, Kanit Binmas Ipda Dadang menegaskan bahwa kegiatan cipta kondisi merupakan bagian dari upaya rutin kepolisian bersama Tiga Pilar untuk menjaga Kamtibmas.

Menurutnya, pengamanan wilayah tidak boleh hanya mengandalkan aparat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kami dari Polsek Pancoran bersama Tiga Pilar melaksanakan cipta kondisi untuk menjaga Kamtibmas, khususnya di Kelurahan Rawajati dan umumnya di wilayah Polsek Pancoran,” ujar Ipda Dadang.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari sebagai tindak lanjut arahan pimpinan kepolisian, mulai dari tingkat Polda Metro Jaya, Polres hingga jajaran Polsek.

Harapannya sederhana, namun sangat penting: masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman dan tenteram.

“Kami berharap masyarakat bisa merasakan kenyamanan dalam beraktivitas dan dalam kegiatan apa pun. Kami dari Tiga Pilar akan terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kapan pun dan di mana pun,” katanya.

Untuk mempercepat respons terhadap kejadian darurat, masyarakat juga diingatkan dapat menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Sinergi Menjadi Kekuatan Utama

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawajati, Nur CH, menilai kegiatan cipta kondisi memberikan pesan positif kepada masyarakat bahwa unsur keamanan dan pemerintahan hadir bersama-sama di tengah warga.

Ia menyebut sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT, RW FKDM, LMK, Satpol PP dan aparatur kelurahan menjadi kekuatan penting dalam menjaga kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, keamanan bukan hanya tentang mencegah terjadinya gangguan, tetapi juga membangun lingkungan yang damai, penuh kepedulian dan cinta kasih antarsesama.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat Jaga Jakarta, dengan masyarakat ditempatkan sebagai mitra penting dalam menjaga lingkungannya.

Antisipasi Tawuran Pelajar dan Kriminalitas

Dari unsur TNI, Babinsa Kelurahan Rawajati Dadang menilai pelaksanaan patroli cipta kondisi sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di tengah munculnya berbagai gangguan ketertiban di sejumlah wilayah.

Ia menaruh perhatian khusus terhadap potensi kriminalitas yang melibatkan anak-anak dan pelajar, termasuk tawuran.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara konsisten sebelum gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Karena itu, ia mendorong agar kegiatan cipta kondisi dan patroli kewilayahan terus ditingkatkan.

Kolaborasi antara TNI, Polri, FKDM, Satpol PP, LMK RT, RW dan aparatur Kelurahan Rawajati dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan wilayah yang aman, tertib dan terkendali.

Selain tawuran pelajar, potensi pencurian serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat juga menjadi perhatian dalam kegiatan patroli.

Cek Personel hingga Deteksi Dini

Sementara itu, Kasipem Kelurahan Rawajati, Dahlan, menjelaskan bahwa apel cipta kondisi memiliki sejumlah tujuan, salah satunya memastikan kesiapan personel sebelum melaksanakan patroli gabungan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memberikan informasi kepada masyarakat bahwa aparat keamanan secara aktif melakukan pemantauan wilayah.

Unsur RT, RW, LMK dan FKDM yang hadir juga memiliki posisi penting karena menjadi mata dan telinga kewilayahan dalam menyampaikan perkembangan situasi di lingkungan masyarakat.

Apel juga dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah informasi mengenai agenda kegiatan pemerintah dan masyarakat yang akan berlangsung di Rawajati.

Salah satunya adalah kegiatan Maulid Nabi dan haul di Makam Habib Kuncung yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan. Kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri jamaah dalam jumlah cukup besar yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kondisi tersebut tentunya membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh unsur agar kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar.

Dahlan berharap kegiatan apel cipta kondisi dapat dilaksanakan lebih rutin. Jika sebelumnya dilakukan sekitar satu kali dalam sebulan, ke depan diharapkan dapat dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam sebulan.

Tujuannya untuk memastikan perkembangan situasi keamanan di wilayah Rawajati dapat terus dipantau.

Lurah Sariman: Gangguan Keamanan Tidak Mengenal Waktu

Di tengah kegiatan tersebut, Lurah Rawajati Sariman menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan cipta kondisi pada siang hari.

Menurutnya, kegiatan pengamanan tidak boleh hanya berorientasi pada malam hari. Gangguan keamanan dapat terjadi kapan saja, termasuk ketika aktivitas masyarakat sedang berlangsung pada siang hari.

Karena itu, keberadaan personel Tiga Pilar di lapangan menjadi salah satu langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sariman berharap pelaksanaan cipta kondisi yang dilakukan secara rutin, periodik, berkelanjutan dan konsisten dapat semakin menekan angka kriminalitas di wilayah Rawajati.

Ia menyebut kondisi keamanan di Rawajati sejauh ini menunjukkan perkembangan positif dengan tingkat kriminalitas yang dinilai telah mengalami penurunan.

Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga.

“Keamanan membutuhkan kebersamaan dan kekompakan,” menjadi pesan yang terus ditekankan kepada seluruh unsur masyarakat.

Sariman secara khusus mengajak ASN, FKDM, RT, RW, LMK dan tokoh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi menjaga keamanan lingkungan.

Jelang Haul Besar, Kewaspadaan Ditingkatkan

Perhatian juga diarahkan pada agenda haul besar di Makam Habib Kuncung yang akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026.

Dengan perkiraan kehadiran jamaah dari berbagai daerah, koordinasi antarunsur menjadi penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman.

Lurah Rawajati berharap kebersamaan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjaga.

Baginya, menjaga keamanan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bagian dari kebaikan yang memiliki nilai ibadah.

Rawajati dan Pesan dari Sebuah Patroli

Apel Cipta Kondisi Tiga Pilar di Rawajati pada Jumat sore itu menyampaikan pesan yang lebih besar dari sekadar rutinitas pengamanan.

Di tengah masyarakat yang terus bergerak, aparat hadir untuk memastikan rasa aman tetap terjaga. Pemerintah kelurahan melakukan koordinasi, TNI dan Polri memperkuat pengawasan, Satpol PP menjalankan fungsi ketertiban, sementara FKDM, LMK, RT dan RW menjadi bagian dari mata rantai informasi kewilayahan.

Semua bergerak dalam satu tujuan: mencegah sebelum terjadi, mengantisipasi sebelum menjadi masalah, dan menjaga sebelum keamanan terganggu.

Patroli cipta kondisi juga menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat.

Keamanan adalah kerja bersama.

Ketika aparat hadir, masyarakat peduli dan seluruh unsur bergerak dalam satu irama, maka lingkungan yang aman, tertib dan nyaman bukan lagi sekadar harapan.

Rawajati menjaga. Tiga Pilar bersinergi. Masyarakat ikut peduli. (Yudistira)