Hubungan Yang Baik Dengan Diri Sendiri Membuka Pintu Kelimpahan
Renungan
Senin, 3 Agustus 2026
Oleh : Pdt. Dr. Philip S.Buulolo
Matius 22 : 39 “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Ketika Tuhan Yesus Kristus mengajarkan hukum yang terutama, Dia mengajarkan sebuah prinsip yang sering kali kita abaikan, yaitu mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kalimat ini menunjukkan bahwa hubungan yang sehat dengan sesama diawali dari hubungan yang sehat dengan diri sendiri.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa untuk dapat mengasihi sesama, kita harus bisa mengasihi dir kita sendiri terlebih dahulu.
Seseorang yang terus membenci dirinya, merendahkan dirinya, atau hidup dalam rasa bersalah yang berkepanjangan akan sulit mengasihi orang lain dengan benar. Banyak orang berpikir bahwa mengasihi diri sendiri berarti mementingkan diri sendiri. Padahal Alkitab tidak mengajarkan demikian. Mengasihi diri sendiri berarti menerima diri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga, mensyukuri kehidupan yang Tuhan berikan, menjaga tubuh sebagai bait Roh Kudus, serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Orang yang memiliki hubungan yang baik dengan dirinya sendiri tidak hidup dalam kesombongan, tetapi juga tidak hidup dalam rasa rendah diri.
Salah satu kesalahan relasi ke dalam adalah terus membandingkan diri dengan orang lain. Di era media sosial, kita mudah melihat keberhasilan orang lain, lalu merasa hidup kita tertinggal. Di era iklan ditampilkan di mana-mana, kita melihat standar yang dunia berikan, lalu merasa hidup kita di bawah standar. Tanpa disadari, sukacita hilang, rasa syukur memudar, dan damai sejahtera tergantikan oleh rasa iri atau kecewa. Padahal Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk menjadi orang lain. Tuhan memanggil kita untuk menjadi pribadi yang setia menjalani rancangan-Nya.
Hubungan yang baik dengan diri sendiri juga berarti belajar mengampuni diri sendiri. Ada orang yang sudah menerima pengampunan dari Tuhan Yesus Kristus, tetapi belum bisa mengampuni dirinya sendiri. Firman Tuhan mengajarkan bahwa apabila kita telah bertobat dan menerima kasih karunia Tuhan, kita tidak lagi hidup di bawah penghukuman, tetapi di dalam anugerah-Nya yang memulihkan.
Hari ini, mari kita melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihatnya. Kita adalah pribadi yang dikasihi Tuhan.
Kita ditebus dengan darah Tuhan Yesus Kristus.
Kita dipanggil untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah. Ketika kita memiliki hubungan yang benar dengan diri sendiri, kita akan lebih mudah membangun hubungan yang sehat dengan sesama dan terlebih lagi dengan Tuhan.
Kelimpahan bukan hanya berbicara tentang berkat yang kita miliki, tetapi juga tentang hati dan pikiran yang utuh. Hati yang utuh dimulai ketika kita menerima diri kita sebagai karya Tuhan yang indah dan hidup sesuai dengan tujuan yang telah Dia tetapkan. Tuhan Yesus memberkati🙏🏻

