Berita Jatim

GNB DPW Jawa Timur Terus Maksimalkan Perannya Sosialisasikan  P4GN

Surabaya|WIT – Sebelum Ramadhan tiba, GNB DPW Jawa Timur terus memaksimalkan perannya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui kegiatan sosialisasi di dua komunitas yang berbeda.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 di Panti Anak Sabilillah, Jl. Medokan Asri Timur 4/E-20, Surabaya, yang dirangkaikan dengan program rutin Jumat Berkah. Dalam suasana penuh kehangatan dan kepedulian, tim GNB tidak hanya berbagi secara sosial, tetapi juga memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini. Anak-anak dan pengurus panti diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, serta membangun masa depan yang bebas dari narkoba.

Selanjutnya, pada hari Minggu, 15 Februari 2026, sosialisasi P4GN dilakukan di hadapan komunitas Ibu-ibu PKK di Perumahan Metro Mansion, Sepande, Sidoarjo. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan penuh dinamika. Yang menarik sekaligus mengharukan, beberapa peserta mengungkapkan bahwa ada anggota keluarga maupun kerabat mereka yang terlibat atau menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Sesi tanya jawab pun berkembang menjadi ruang curhat dan konsultasi, baik dari aspek hukum maupun rehabilitasi. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan narkoba bukan hanya isu sosial semata, melainkan sudah menyentuh langsung kehidupan keluarga. Karena itu, narasumber dituntut untuk benar-benar siap, membekali diri dengan pengetahuan yang komprehensif, serta mampu memberikan penjelasan yang solutif dan menenangkan.

Komunitas ibu-ibu memiliki peran yang sangat strategis. Mereka adalah pihak yang paling intens berkomunikasi dengan anggota keluarga, terutama anak-anak, sehingga seringkali menjadi yang pertama mengetahui adanya perubahan perilaku yang mencurigakan. Oleh sebab itu, ke depan sosialisasi P4GN di hadapan para ibu perlu dilengkapi dengan materi tentang cara mengidentifikasi tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, mengenali ciri-ciri anak yang terindikasi terlibat, serta langkah-langkah melakukan pendekatan dan investigasi secara bijak.

Pendekatan tersebut harus bersifat mendidik dan menyadarkan, bukan menyalahkan apalagi mengucilkan. Penanganan yang tepat, penuh kasih, dan berbasis pemahaman akan membuka peluang pemulihan yang lebih besar bagi para korban penyalahgunaan narkoba.

Menjelang bulan suci Ramadhan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan komunitas dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, demi terwujudnya Jawa Timur yang bersinar dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.( Red )

Jatim Bersinar – Bersih Narkoba