Lebak

Forwatu Banten: Program Bang Andra Sangat Bermanfaat, Ajak Aspirasi Disampaikan Secara Konstruktif

LEBAK |wartaindonesiaterkini.com— Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten menyampaikan apresiasi mendalam atas kebermanfaatan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan perbaikan melalui jalur yang membangun dan berkeadilan.

Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan 9 dan Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) di Alun-Alun Malingping dan depan Kantor Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (2/9/2026), yang menyoroti sejumlah catatan terkait mutu dan spesifikasi pekerjaan di beberapa ruas jalan Lebak Selatan.

Presidium Forwatu Banten menegaskan bahwa Program Bang Andra yang digagas oleh Gubernur Banten, Andra Soni, merupakan langkah besar yang telah mengubah wajah pembangunan di Banten. Untuk pertama kalinya, program pembangunan jalan tingkat provinsi benar-benar menyentuh wilayah-wilayah perdesaan yang selama ini terabaikan. Lebih dari sekadar aspal dan beton, program ini telah membuka akses harapan bagi ribuan keluarga: petani kini dapat mengangkut hasil panen dengan biaya lebih rendah dan waktu lebih cepat, anak-anak sekolah dapat berjalan di jalan yang mulus, ibu hamil lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan, dan interaksi antarwarga desa semakin erat. Manfaat ini dirasakan secara nyata dan meluas, menjangkau lebih dari 180 desa di seluruh wilayah Banten.

“Kita melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana jalan-jalan ini mengubah hidup warga. Yang dulu sulit dijangkau, kini terbuka. Yang dulu hasil bumi membusuk di jalan, kini sampai ke pasar dengan harga layak. Itulah kebermanfaatan yang holistik tidak hanya membangun jalan, tetapi membangun kesejahteraan rakyat secara menyeluruh,” ujar Presidium Forwatu Banten.

Di saat yang sama, Forwatu Banten memahami bahwa dalam setiap proses pembangunan besar, pasti ada hal-hal yang perlu terus disempurnakan. Masukan, temuan, dan catatan dari masyarakat termasuk yang disampaikan oleh Gerakan 9 dan AMPP — adalah hal yang wajar dan justru menjadi bagian penting dari proses pengawasan bersama. Namun demikian, Forwatu Banten mengajak agar setiap temuan disampaikan dengan sikap yang seimbang: tidak mengabaikan manfaat besar yang telah dirasakan, sekaligus tetap mendesak perbaikan di bagian yang belum sempurna.

“Kritik yang disampaikan dengan niat memperbaiki adalah bentuk dukungan yang tulus. Namun mari kita sampaikan dengan cara yang juga membangun — tidak menyamaratakan persoalan di beberapa titik menjadi kegagalan program secara keseluruhan, dan tidak menutup mata terhadap ribuan ruas jalan yang sudah berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Forwatu Banten mendorong agar seluruh pihak baik pemerintah maupun elemen masyarakat dapat duduk bersama dalam satu forum klarifikasi yang terbuka dan transparan. Jika terdapat temuan terkait spesifikasi teknis, mutu pekerjaan, maupun hal-hal lain yang perlu diverifikasi, hal itu dapat diselesaikan melalui pemeriksaan yang objektif, berbasis data, dan melibatkan pihak-pihak terkait. Uji mutu, pengecekan dokumen, serta dialog terbuka adalah langkah-langkah yang tepat untuk menjamin kualitas sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

“Kita semua menginginkan hal yang sama: jalan yang baik, kuat, dan bermanfaat untuk jangka panjang. Maka mari kita jaga bersama. Dukung program yang membawa manfaat besar, sambil terus menyempurnakannya. Karena pada akhirnya, Program Bang Andra adalah milik seluruh rakyat Banten dan keberhasilannya adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

( Bintang /Alex Salembun )