FKUB Prov.Banten Gelar Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama Tahun 2026
SERANG |wartaindonesiaterkini.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten menggelar Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Wisata Baru, Jl. Maulana Yusuf No. 16, Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, pada Selasa (29/9/2026).
Acara yang dipandu oleh Hj. Memunah selaku Pembawa Acara (MC) ini menghadirkan empat narasumber kunci yang mengupas tuntas berbagai aspek penguatan harmoni sosial, peran perempuan, isu digital, hingga resolusi konflik keberagaman di Banten.
Sesi materi dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si. yang memaparkan Kebijakan PemerintahDalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama.

Dalam penyampaiannya, Kepala Kesbangpol menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi ruang dialog serta memperkuat regulasi pendukung guna menjaga kondusivitas antarumat beragama di Banten.
Selanjutnya, Dra. Hj. Eti Fatiroh, M.Si. membawakan materi bertajuk Perempuan Penggerak Kerukunan, Memperkuat Peran FPKUB dalam Membangun Harmoni dan Persatuan di Banten.
Beliau menekankan pentingnya sentuhan dan potensi perempuan dalam keluarga maupun komunitas sebagai agen perdamaian utama yang mampu merawat ketahanan sosial masyarakat dari lingkup terkecil.
Memasuki sesi siang, H. Samsul Hidayat, S.Pd.I. mengulas materi Membumikan Nilai Diversity dan Menangkal Polarisasi di Era Digital. Ia menggarisbawahi tantangan arus informasi di media sosial yang rentan memicu perpecahan.
”Pemahaman akan keberagaman (diversity) harus ditanamkan secara aktif di ruang digital agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu polarisasi,” tegas Samsul Hidayat.
Sebagai penutup, Syahrial Iqbal, M.H. menyampaikan materi Rekonsiliasi dan Ketahanan Kerukunan Umat Beragama Melalui Mediasi Konflik. Ia memaparkan pendekatan hukum dan teknis mediasi yang efektif untuk menyelesaikan potensi gesekan antarumat secara damai dan berkeadilan.
Melalui dialog interaktif ini, FKUB Provinsi Banten berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, penggerak perempuan, dan akademisi dapat terus terjalin erat demi mewujudkan Provinsi Banten yang harmonis, toleran, dan damai. ( Bin71/Tim Pewarna )

