Berita Jabar

Demo LSM Pemuda dan Mahasiswa di Lembur Pakuan Nyaris Ricuh : Kordinator Aksi Menduga ada Indikasi Mengarahkan Warga Hadang Peserta Aksi.

Jawa Barat |WIT– Aksi Unjuk Rasa LSM Pemuda dan mahasiswa di lembur Pakuan, Kampung Cikondang Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang,  sempat memanas saat sekolompok warga menghadang dan nekat menghentikan aksi demo di depan Gapura Lembur Pakuan,Kamis(19/2/2026).

Menurut salah satu Koordinator Aksi, Nana, , aksi LSM Pemuda bersama mahasiswa ke Lembur Pakuan ke kediaman Gubernur Jawa Barat,KDM , bukan tanpa sebab, ia menyebut kedatangan ke sini adalah bentuk kekecewaan terhadap buruknya umur beberapa infrastruktur Program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan, jika pihaknya telah berulang kali menggelar aksi unjuk rasa, baik di Dinas Bina Marga, Dinas Pendidikan, maupun di Kantor Gubernur Jawa Barat Gedung Sate, akan tetapi aksi unjuk rasa yang pernah di gelar tidak pernah mendapat tanggapan, hingga akhirnya melakukan aksi unjuk rasa di Lembur Pakuan Subang yang merupakan kediaman Gubernur Jawa Barat, KDM,.ucap Nana.

Tuntutan utama yang kami suarakan dalam aksi ini bertujuan mendukung program Gubernur Jawa Barat, yang di duga dirusak oleh mafia proyek tidak lain orang dekat Gubernur, melakukan tindakan sewenang-wenang mengatur setiap proyek yang ada di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, sehingga apa yang di harapkan Gubernur dan masyarakat infrastruktur yang baik tidak sesuai, khususnya Proyek yang ada di Dinas Pendidikan dan Bina Marga Provinsi Jawa Barat,, tegas Nana.

Menyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional warga negara untuk mengekspresikan pikiran secara lisan maupun tulisan, diatur dalam UU No. 9 Tahun 1998, yang mencakup unjuk rasa, pawai, rapat umum, dan mimbar bebas, ganguan penghadangan sekelompok warga membawa kayu dan mengancam peserta aksi bentuk tindakan yang tidak di benarkan didalam sistim Demokrasi di negeri ini.

Kami kecewa dengan Gubernur ,KDM, kalau melihat media sosial beliau menunjukkan sikap pemimpin yang dekat dan suka berkomunikasi langsung dengan masyarakat, tetapi apa yang kami dapatkan hari ini tidak seperti apa yang kita lihat di tayangan media sosialnya, KDM atau Dedi Mulyadi diam dan acuh seakan membiarkan masyarakatnya chaos.,terang nana.
(Landong G)