Forum Diskusi Hari Kesehatan Mental Dunia 2026: Menguatkan Ruang Aman dan Memastikan Pemulihan Jiwa
JAKARTA |wartaindonesiaterkini.com– Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Internasional 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gaharu Nusantara Bersinar (GNB) berkolaborasi dengan DPP Gerakan Rakyat dan Gerakan Kristen Indonesia Sejahtera (Gekris) menggelar forum diskusi bertajuk “Ruang Aman, Jiwa Putih: Pahami Kerentanan, Pastikan Pemulihan”. Acara ini berlangsung hangat dan interaktif di Kantor DPP Gerakan Rakyat, Jl. Opek No. 59 RT 01/RW 06, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan dihadiri oleh warga sekitar dan masyarakat umum.
Forum diskusi ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan bahaya Narkoba serta bahaya bullying.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, S.H., M.H., hadir membuka acara dan memberikan apresiasi tinggi atas sinergi antarorganisasi ini.

Jalannya diskusi dipandu secara interaktif oleh dr. Herlina selaku moderator.
Sahrin Hamid, S.H., M.H. (Ketua Umum Gerakan Rakyat)
”Kesehatan mental adalah hak dasar setiap warga negara yang sering kali terabaikan dalam kebijakan publik. Ketersediaan ruang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau keluarga, tetapi juga negara dan komunitas sosial. Gerakan Rakyat siap mendorong terciptanya kebijakan sosial yang lebih berorientasi pada kesejahteraan jiwa masyarakat luas.”
Hendra Simanjuntak, S.Kom. (Sekretaris Jenderal DPP GNB) sebagai Narasumber pertama dalam acara ini menekankan bahaya Narkoba dan menjelaskan jenis-jenis Narkoba dan cara peredarannya.
”GNB berkomitmen untuk terus memotivasi masyarakat agar menolak peredaran Narkoba dan sejenisnya dan mengajak Masyarakat untuk hidup sehat tanpa Narkoba”,tegas Hendra.

Narasumber selanjunya, Ferry Onibala, S.T., S.Pd., M.Div. (Pemerhati Pendidikan dan Konselor) menyampaikan dan menekankan bahaya bullying.
”Pendidikan karakter dan kesehatan mental harus diintegrasikan sejak dini di lingkungan sekolah maupun keluarga. Kita perlu mengedukasi masyarakat agar mampu mengenali gejala awal kerentanan psikologis tanpa memberikan stigma, sehingga proses konseling dan pemulihan dapat dilakukan secara tepat sebelum menjadi krisis.”Jelasnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara warga masyarakat dan para narasumber, dilanjutkan dengan komitmen bersama dari GNB, Gerakan Rakyat, dan Gekris untuk terus mengawal isu kesehatan mental dan bahaya Narkoba dan bullying di Indonesia secara berkelanjutan.( Bintang /Red )

