TO BE ONE TOGETHERNESS IV PGPI DKI JAKARTA 646 Gembala Berkumpul di Puncak, Perkuat Kebersamaan dan Sinergi Pelayanan
PUNCAK, BOGOR |wartaindonesiaterkini.com— Sebanyak 646 peserta dan lima anak mengikuti To Be One Togetherness IV PGPI DKI Jakarta 2026 di Hotel Seruni Puncak, Bogor, Jawa Barat, 28–30 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan para gembala, pimpinan sinode dan unsur pelayanan PGPI DKI Jakarta dari puluhan sinode dengan latar belakang gereja yang beragam.
Mengusung semangat “To Be One”, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan dan memperkuat sinergi pelayanan di tengah keberagaman gereja.
Ketua Panitia To Be One Togetherness IV, Pdt. Paulus Pujianto, mengatakan kegiatan tersebut dipersiapkan dalam waktu sekitar satu bulan. Mulai dari registrasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan hingga seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara intensif.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena kasih karunia dan kemurahan Tuhan. Dalam waktu sekitar satu bulan kami dipercaya mempersiapkan acara ini. Kami percaya semuanya dapat berlangsung karena pertolongan Tuhan,” ungkap Paulus.
Berbeda Sinode, Satu dalam Kebersamaan
PGPI DKI Jakarta menaungi puluhan sinode dengan karakter dan tradisi pelayanan yang beragam. Melalui Togetherness IV, para gembala diajak sejenak meninggalkan rutinitas pelayanan dan melepas “jaket” pelayanan untuk membangun relasi sebagai sesama pelayan Tuhan.
“Di acara ini kita berharap seluruh gembala dapat melepas ‘jaket’ pelayanan, kembali berkumpul, membangun kebersamaan dan menjadi satu,” tutur Paulus.
Jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbesar selama empat tahun penyelenggaraan. Dari sekitar 400 peserta pada tahun-tahun awal dan sekitar 525 peserta pada tahun sebelumnya, jumlahnya meningkat menjadi 646 peserta ditambah lima anak pada 2026.

Pemerintah dan Mitra Pelayanan Hadir
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Pemprov DKI Jakarta, Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta serta BPJS Ketenagakerjaan.
Yayasan Damai Sejahtera Utama juga memberikan dukungan melalui pembagian buku bertema sejarah penebusan kepada peserta.
Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, panitia bersama manajemen Hotel Seruni mengoptimalkan seluruh fasilitas yang tersedia. Pengaturan kamar dilakukan dua hingga tiga orang per kamar. Helpdesk hotel dan tenaga medis juga disiapkan untuk membantu kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.
Hari Kedua: Penuh Sukacita dan Kebersamaan
Suasana hari kedua berlangsung penuh semangat, hangat dan akrab. Sejak pagi pukul 06.00 WIB, para peserta mengikuti senam bersama dengan mengenakan kaos biru yang dibagikan melalui goodie bag. Tawa, canda dan kebersamaan terlihat mewarnai suasana, seolah para gembala sejenak melepas kepenatan dari rutinitas pelayanan.
Memasuki malam hari, suasana semakin meriah melalui agenda Back to 80, yang dikemas dengan nuansa nostalgia era 1980-an. Para peserta tampil dengan dress code khusus, yakni pria mengenakan baju kotak-kotak dan wanita mengenakan busana polkadot.
Fashion show, musik dan berbagai hiburan membuat malam tersebut berlangsung semarak. Para gembala menikmati kebersamaan dengan tertawa, bersukacita dan saling membangun relasi dalam suasana yang lebih santai.
Dukungan PGPI Lebih dari Rp800 Juta
Besarnya jumlah peserta membutuhkan dukungan pembiayaan yang signifikan. Paulus menyampaikan bahwa kontribusi peserta belum sepenuhnya menutup kebutuhan kegiatan sehingga PGPI DKI Jakarta memberikan dukungan dan subsidi lebih dari Rp800 juta.
Paulus menyampaikan apresiasi kepada Ketua PGPI DKI Jakarta Pdt. Dr. Jason Balompapueng beserta seluruh jajaran pengurus atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Secara khusus saya bersyukur dan berterima kasih kepada Ketua PGPI DKI Jakarta beserta seluruh jajaran pengurus yang terus mendukung panitia sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” katanya.
Membawa Pulang Semangat Baru
Bagi Paulus, keberhasilan Togetherness IV bukan hanya tentang jumlah peserta atau kelancaran acara, tetapi tentang semangat baru, persaudaraan baru dan komitmen baru untuk melayani Tuhan.
Ia berharap kebersamaan yang dibangun di Puncak terus berlanjut ketika para gembala kembali ke gereja masing-masing.
“Dengan sinergi yang baik, kita dapat melayani Tuhan lebih maksimal, lebih memuliakan Tuhan, dan pada akhirnya segala kemuliaan hanya bagi Bapa di Surga.”
Tiga hari di Puncak menjadi momentum untuk mengingat bahwa perbedaan sinode, tradisi dan latar belakang gereja bukan penghalang untuk berjalan bersama.
To Be One Togetherness IV menjadi ruang untuk merawat kebersamaan, memperkuat persaudaraan dan membangun sinergi pelayanan.
TO BE ONE.
TOGETHERNESS IV.
SATU DALAM KEBERSAMAAN, SATU DALAM PELAYANAN, UNTUK KEMULIAAN TUHAN.
(Yudistira)

