Bandung

Carut Marut Progam MBG Menjadi Kritik Masyarakat : Dapur SPPG Kecamatan Margaasih Diduga Tidak Ikuti Standar Menu dan Kwalitas Gizi

Kabupaten Bandung|WIT — Polemik Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus menjadi perhatian dan kritik dari masyarakat, pasalnya beberapa dapur menyajikan menu tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan informasi yang di sampaikan beberapa orang tua siswa,
Kepada media ini, Rabu (4 /3/2026), menu MBG yang diterima anak-anak mereka di wilayah kecamatan margaasih, kabupaten Bandung, diberikan tidak sesuai anggaran nilai menu dan standar makanan bergizi, hal tersebut dikeluhkan orang tua siswa, yang diduga ada indikasi pelanggaran administratif, oleh dapur yang menyajikan.

Sesuai SK BGN Nomor 401.1 Tahun 2025, anggaran bahan baku untuk menu kecil (Balita/PAUD/SD kelas 1-3) ditetapkan sebesar Rp8.000/orang, sedangkan menu besar (SD kelas 4 ke atas hingga Ibu Menyusui) sebesar Rp10.000/orang.
Namun, pada faktanya, nilai menu yang diterima masyarakat di tingkat PAUD diduga hanya berkisar antara Rp6.000.

Selain meragukan nilai anggaran menu , kesegaran dan mutu makanan pun di persoalkan, jika dilihat dari menu yang diberikan dapur SPPG kecamatan margaasih, hanya 1 buah jeruk ukuran keci, 1 roti,dan 1 susu kecil,semua hanya 3 item, ini dikhawatirkan menambah menurunya kepercayaan masyarakat kepada program MBG ini, terang orang tua siswa yang tidak mau disebut namanya.

kelemahan dalam tata kelola dan pengawasan di tingkat daerah, Salah satu pemicu permasalahan yang berulang, pemerintah maupun satgas dan kepala SPPG diharapkan dapat bergerak capat, evaluasi dapur – dapur yang tidak bekerja dengan baik, untuk memastikan program MBG ini berjalan dengan aman dan membawa manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.
(Landong G)