Natalie Marbun Anggota Komis II DPRD Kota Tangerang Memaparkan Implementasi Program Sekolah Gratis Sepanjang Tahun 2025
KOTA TANGERANG |WIT— Anggota komisi II DPRD Kota Tangerang Natalie Marbun memaparkan implementasi Program Sekolah Gratis yang telah berjalan sepanjang tahun 2025 bisa diserap dengan baik dan dirasakan siswa siswi.
“Saya menginginkan agar bantuan sekolah gratis ini benar-benar dirasakan oleh anak-anak kita, khususnya peserta didik yang tidak mampu. Itu menjadi konsen utama saya dan juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkap Natalie Marbun kepada Media, Selasa (20/1/2026).
Dijelaskannya terdapat sejumlah sekolah yang benar-benar membebaskan peserta didik dari pungutan Biaya Penunjang Pendidikan (BPP), sehingga sepenuhnya mengandalkan pendanaan dari BOSP dan BOSDA.
Namun demikian, Natalie Marbun juga menjelaskan siswa dari keluarga tidak mampu dibebaskan dari pungutan tersebut tanpa ad terkecuali, sebab DPRD mengharuskan seluruh warga Indonesia terutama di Kota Tangerang harus bersekolah.
“Ini langkah yang sangat luar biasa dan harus kita apresiasi bersama. Kita semua harus sadar bahwa pendidikan adalah sektor yang selalu menjadi sorotan. Jangan sampai apa pun yang kita lakukan justru menimbulkan pertanyaan, ketidakpuasan, atau persepsi negatif di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan harus terus dijaga, kendati berhadapan dengan tantangan keterbatasan anggaran. Meski demikian, Natalie Marbun menegaskan pengurangan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
Ia menyebutkan tahun 2026 Pemkot Tangerang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dengan target sekolah gratis untuk 29.000 siswa di tahun 2026 melalui program “Gampang Sekolah”, serta beasiswa Tangerang Cerdas untuk 1.600 peserta didik tingkat sekolah dasar.
“Data penerimaan siswa baru tahun 2025 menunjukkan lonjakan pendaftar, dan tahun 2026 berlanjut dengan fokus pada akses pendidikan, termasuk penambahan kursi di sekolah swasta untuk menampung siswa,” urainya.
“Ini bukan kehebatan saya atau dinas semata, tetapi hasil kerja bersama. Ketika kita kompak, solid, dan memiliki visi yang sama, maka tujuan meningkatkan kualitas pendidikan akan tercapai,” lanjutnya.
Natalie Marbun berharap Dindik Kota Tangerang harus melakukan keterbukaan mengenai sekolah gratis, terpenting Tidak ada satu siswa siswi pun yang tidak merasakan bangku sekolah, alasan Tidak memiliki biaya.
Menurut Natalie Marbun Hasil evaluasi internal menunjukkan sebagian besar alokasi dana masih terserap untuk kebutuhan operasional sekolah, seperti pembayaran guru honorer dan kebutuhan administrasi lainnya, namun belum sepenuhnya dirasakan langsung oleh peserta didik.
“Hal inilah yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang dan kami juga” tandasnya.
Menurut putusan Mahkamah Konsitusi (MK) Mahkamah mewajibkan pemerintah menjamin pendidikan dasar gratis (SD-SMP) di sekolah negeri dan swasta.
(Pewarna).

