ROADSHOW KE-17 FKDM DAN KESBANGPOL JAKARTA SELATAN DI RAWAJATI: PERKUAT SINERGI, TINGKATKAN KEWASPADAAN DINI
JAKARTA SELATAN |wartaindonesiaterkini.com— Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan kembali melaksanakan roadshow pembinaan dan konsolidasi FKDM tingkat kelurahan. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jumat, 28 Agustus 2026, ini menjadi roadshow ke-17 dari total 65 kelurahan yang menjadi sasaran pembinaan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Lurah Rawajati, Bapak Sariman, yang menyampaikan rasa syukur atas situasi dan kondisi wilayah Rawajati yang hingga saat ini relatif aman dan kondusif. Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah hal yang perlu terus dibenahi, khususnya berkaitan dengan aspek keamanan dan kewaspadaan di lingkungan Kelurahan Rawajati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintahan dan tiga pilar Kelurahan Rawajati, di antaranya jajaran kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Damkar, serta jajaran FKDM tingkat kota, kecamatan dan kelurahan.

FKDM RAWAJATI DINILAI AKTIF DAN KONSISTEN
Ketua FKDM Kota Jakarta Selatan, Yusuf Setyanegara, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja FKDM Kelurahan Rawajati. Berdasarkan pemantauan dan laporan yang diterima, FKDM Rawajati dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik dalam menjalankan fungsi kewaspadaan dini di tengah masyarakat.
“Roadshow ini merupakan bagian dari upaya kami memperkuat silaturahmi, sinergi dan koordinasi. Dengan turun langsung ke wilayah, kita bisa semakin dekat dengan teman-teman FKDM sekaligus mendengar secara langsung berbagai kondisi dan kendala yang mereka hadapi di lapangan,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, kegiatan roadshow tidak hanya berorientasi pada konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan untuk meningkatkan kapasitas anggota, khususnya dalam pelaporan informasi dan pemetaan kondisi wilayah.
Menurutnya, FKDM memiliki posisi strategis karena menjalankan fungsi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari ribuan warga yang berada di suatu kelurahan, hanya sejumlah anggota yang dipercaya menjadi representasi FKDM untuk membantu menyampaikan berbagai informasi dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
“Teman-teman FKDM merupakan bagian penting dalam memotret kondisi wilayah. Setiap kegiatan, situasi, potensi maupun perkembangan yang terjadi di masyarakat dapat menjadi informasi yang bernilai bagi pimpinan dalam melihat kondisi Jakarta Selatan secara lebih utuh,” jelasnya.

Yusuf juga menyinggung Instruksi Wali Kota Jakarta Selatan Nomor e-0007 Tahun 2023 yang mengatur mengenai kewajiban pelaporan minimal 20 laporan setiap bulan. Menurutnya, ketentuan tersebut telah berkembang menjadi kebiasaan positif bagi anggota FKDM.
“Minimum 20 laporan per bulan akhirnya menjadi sebuah habit yang baik. Teman-teman menjadi terbiasa memperhatikan setiap perkembangan di wilayah dan menuangkannya dalam bentuk laporan. Dari laporan-laporan tersebut, kita dapat melihat kondisi Jakarta Selatan dari hari ke hari,” katanya.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota FKDM yang telah memberikan kontribusi, baik besar maupun kecil, dalam mendukung kondisi dan stabilitas wilayah Jakarta Selatan, khususnya Kelurahan Rawajati.
KESBANGPOL: FKDM MENJADI INSTRUMEN PENTING KEWASPADAAN DINI
Sementara itu, Umar dari Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Selatan menjelaskan bahwa roadshow tersebut merupakan bagian dari kebutuhan pembinaan FKDM di tingkat kecamatan dan kelurahan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelaporan informasi sebagai bagian dari penyelenggaraan kewaspadaan dini masyarakat.
“Ini merupakan roadshow yang ke-17 dari 65 kelurahan. Insyaallah seluruh rangkaian akan kami selesaikan maksimal dalam waktu tiga bulan,” ungkap Umar.
Ia berharap laporan informasi yang disampaikan FKDM, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan, dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan dan menetapkan kebijakan di wilayah.
Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya di Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Umar menegaskan bahwa keberadaan FKDM sangat penting karena anggota FKDM berada di tengah-tengah masyarakat dan memiliki kemampuan untuk menangkap berbagai informasi serta dinamika yang berkembang dari tingkat bawah.
“FKDM merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam bidang kewaspadaan dini masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia anggota FKDM sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Ia pun berpesan kepada jajaran FKDM Kelurahan Rawajati agar terus menjaga kekompakan, memperkuat sinergi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan maupun unsur terkait lainnya, serta terus berpartisipasi dalam menjaga kondisi wilayah.
LURAH RAWAJATI: TERUS BELAJAR DAN BERKOLABORASI
Lurah Rawajati, Sariman, menyambut positif pelaksanaan roadshow tersebut. Menurutnya, kegiatan kunjungan, sosialisasi dan pembinaan memberikan ruang bagi anggota FKDM untuk memperdalam pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi mereka.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi momentum pelatihan dan sharing mengenai tugas pokok FKDM yang ada di Kelurahan Rawajati, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sariman.
Ia juga mendorong seluruh anggota FKDM untuk terus memiliki semangat belajar, membangun kolaborasi dengan seluruh unsur yang ada di wilayah, serta aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
KASIPem: PERKUAT SILATURAHMI DAN KEKOMPAKAN TIGA PILAR
Senada dengan Lurah Rawajati, Kasipem Kelurahan Rawajati, Bapak Dahlan, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan penuh kekompakan.
Menurutnya, kehadiran Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Ketua FKDM tingkat kota memberikan banyak informasi serta edukasi kepada jajaran FKDM mengenai tugas pokok dan fungsi, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan dini.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan penuh kekompakan. Kehadiran Kesbangpol dan Ketua FKDM Kota memberikan banyak informasi mengenai tupoksi FKDM sekaligus edukasi tentang kewaspadaan dini. Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan kekompakan tiga pilar Kelurahan Rawajati,” ungkap Dahlan.
MEMBANGUN KEWASPADAAN DARI TENGAH MASYARAKAT
Roadshow FKDM dan Kesbangpol Jakarta Selatan di Kelurahan Rawajati pada akhirnya bukan sekadar agenda kunjungan organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, memperkuat komunikasi dan membangun jejaring kewaspadaan dari tingkat masyarakat.
Informasi yang lahir dari lapangan menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah memahami dinamika wilayah. Karena itu, kehadiran FKDM di tengah masyarakat memiliki nilai strategis dalam mendeteksi potensi persoalan sejak dini sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.
Dengan semangat kolaborasi antara FKDM, pemerintah kelurahan, kecamatan, Kesbangpol dan seluruh unsur terkait, kewaspadaan dini diharapkan tidak berhenti pada laporan, tetapi mampu menjadi kekuatan bersama dalam menjaga Jakarta Selatan.
“FKDM bukan sekadar hadir untuk melihat apa yang terjadi, tetapi hadir untuk peduli, membaca setiap perubahan dan menyampaikan informasi sebelum menjadi persoalan. Teruslah kompak, teruslah bersinergi dan teruslah menjadi mata serta telinga masyarakat. Karena kewaspadaan yang kuat lahir dari kepedulian yang nyata.”
Salam kewaspadaan dini.
Salam sinergi.
Salam untuk seluruh jajaran FKDM se-Jakarta Selatan — tetap solid, tetap berintegritas dan terus menjadi bagian penting dalam menjaga Jakarta Selatan tetap aman, kondusif dan bermartabat. (Yudistira)

