Musrenbang Kecamatan Legok 2027 Tetapkan 50 Usulan Prioritas, Dorong Infrastruktur dan Ekonomi Rakyat
TANGERANG |wartaindonesiaterkini.com– Pemerintah Kecamatan Legok menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung dinamis dan partisipatif di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik Penerbangan Indonesia, Senin (26/01/2026).
Forum perencanaan tahunan ini dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, perwakilan PGRI, serta unsur kepemudaan dan organisasi keagamaan. Keterlibatan lintas sektor tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menyusun arah pembangunan Kecamatan Legok secara inklusif dan berkelanjutan.
Camat Legok M. Yusuf Fachroji dalam paparannya menyampaikan, Kecamatan Legok memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah penduduk mencapai 132.434 jiwa yang tersebar di 10 desa dan satu kelurahan, Legok terus diarahkan menjadi kawasan yang tumbuh seimbang antara infrastruktur, ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia.

Dari sektor pendidikan, Legok saat ini didukung 33 TK, 39 SD sederajat, 21 SMP sederajat, dan 22 SMA sederajat. Keberadaan Politeknik Penerbangan Indonesia sebagai perguruan tinggi kedinasan dinilai menjadi nilai tambah penting dalam peningkatan kualitas SDM lokal. Sementara dari sektor kesehatan, pelayanan masyarakat ditopang oleh tiga Puskesmas, yakni Puskesmas Legok, Ciangir, dan Bojong Kamal.
Sepanjang tahun 2025, Yusuf menjelaskan berbagai program pembangunan telah direalisasikan secara bertahap. Di antaranya pembangunan 10 unit rumah tidak layak huni, betonisasi jalan di 13 titik, pembangunan saluran air, drainase, dan turap di 52 titik, pemasangan paving block di 25 titik, hotmix jalan di 25 titik, serta pembangunan lima titik fasilitas sosial dan fasilitas umum.
“Kami bersyukur program-program pembangunan tersebut dapat terlaksana dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Legok,” ujar Yusuf.
Selain memaparkan capaian, Musrenbang Kecamatan Legok juga mengangkat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian ke depan, seperti revitalisasi Pasar Tradisional Legok, pengembangan kampung budaya di Desa Kemuning, serta normalisasi aliran sungai sebagai langkah mitigasi banjir.
“Pasar tradisional merupakan denyut ekonomi masyarakat, sehingga revitalisasi perlu dilakukan agar lebih tertata dan nyaman. Normalisasi sungai juga menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko banjir,” jelasnya.
Pada Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, Kecamatan Legok berhasil merumuskan sebanyak 50 usulan skala prioritas dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp 49 miliar.
“Kami berharap seluruh usulan prioritas ini dapat diakomodir dan direalisasikan secara bertahap pada 2027, sehingga permasalahan pembangunan di Kecamatan Legok dapat ditangani secara berkelanjutan,” pungkas Yusuf.
(Estty)

