PGLII Perkuat Sinergi dan Strategi Pelayanan Melalui Rapat Lengkap Maper dan PP di Serpong
TANGERANG SELATAN|WIT – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sukses menggelar Rapat Lengkap Majelis Pertimbangan (Maper) dan Pengurus Pusat (PP) yang berlangsung di Soll Marina Hotel, Serpong, pada 23–24 Januari 2026. Pertemuan strategis ini menghasilkan sejumlah keputusan penting yang berfokus pada penguatan internal organisasi serta respons gereja terhadap isu-isu kebangsaan.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, dan Sekretaris Umum, Pdt. Prof. Daniel Ronda, ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta Majelis Pertimbangan yang diketuai oleh Pdt. Ronny Mandang. Pada hari pertama, 23/01/26, agenda diawali dengan ibadah pembuka yang dilayani oleh Pdt. Robby Repi, yang dalam khotbahnya menekankan semangat persatuan, saling menguatkan, dan menopang dalam menjalankan program organisasi.
Dalam pembukaannya, Ketua Umum Pdt. Tommy Lengkong menyambut hangat seluruh peserta dan menegaskan komitmennya untuk mengupayakan persekutuan yang utuh di antara seluruh anggota PGLII. Beliau menekankan pentingnya konsolidasi menyeluruh serta restrukturisasi, di mana setiap komisi kini berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum untuk memastikan efektivitas kinerja.
Pada hari kedua, 24/01/26, salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah pemaparan Position Result Description (PRD) dan Key Performance Indicator (KPI). Pdt. Tommy Lengkong meminta seluruh ketua komisi untuk menyusun program kerja yang terukur mengikuti pedoman yang telah disiapkan, serta memastikan keselarasan dengan Visi dan Misi PGLII periode 2025–2029.
“Seluruh laporan komisi diterima agar dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan, dengan tetap berpedoman pada visi besar organisasi,” ujar Pdt. Tommy Lengkong dalam arahannya.
Rapat Lengkap ini dipimpin secara bergantian oleh Sekum Prof. Daniel Rhonda, Sekretaris 1 Dr. Samuel Kusuma dan Sekretaris 2 Jordan Panggabean, menghasilkan sepuluh poin keputusan krusial. Salah satu sorotan utama adalah perhatian PGLII terhadap wilayah Papua. Forum memandatkan Pdt. Ronny Mandang untuk memimpin dan membentuk tim Task Force Papua PGLII. Selain itu, Pdt. Ronny Mandang juga diberikan mandat khusus untuk mengawal rencana pembangunan Kantor Pusat PGLII di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di bidang sosial dan lingkungan, PGLII tengah memfinalisasi pernyataan sikap resmi terkait krisis ekologi di Papua dan daerah lain di Indonesia. Dokumen ini disusun oleh tim khusus yang ditunjuk Ketua Umum dan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.
Sisi legalitas dan administrasi juga menjadi bahasan serius. Komisi Hukum, HAM, dan Advokasi ditugaskan untuk menyelesaikan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan bagi pendaftaran PGLII di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Terkait tawaran di sektor pertambangan, forum memutuskan untuk melanjutkan proses penawaran sembari menunggu penyelesaian legalitas surat-surat PGLII dan melakukan kajian mendalam (studi kelayakan) terhadap tawaran tersebut.
Rapat juga menyepakati untuk menindaklanjuti pertemuan antara KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dengan Maper di Bandung guna membahas pokok-pokok pikiran strategis. Di sisi keanggotaan, Pengurus Pusat dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan Gereja Betesda Indonesia untuk membahas permohonan keanggotaan mereka.
Kegiatan ditutup dengan ibadah pengutusan pada Sabtu siang, 24 Januari 2026. Oleh Pdt. Lipiyus Biniluk. Para peserta kemudian melanjutkan agenda dengan menghadiri Perayaan Natal PGLII di Gereja Gerakan Pentakosta, Kramat Soka, Jakarta. Rapat Lengkap Maper dan PP PGLII selanjutnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada 1–2 Juni 2026 di Lampung. ( Pewarna )

